2/9/11

Fi’il Berdasarkan Bentuk Ma’lum dan Majhul

1. Bentuk Majhul untuk Fi’il Madhy Shahih

Huruf pertamanya di-dhammah-kan dan satu huruf sebelum huruf terakhir di-kasrah-kan sama saja apakah ia tsulatsy mujarrad seperti نُصِرَ , tsulatsy mazid seperti أُكْرِمَ  , ruba’iy mujarrad seperti يُعْثِرَ ataukah  ruba’iy mazid seperti تُدُحْرِجَ

Huruf pertama dan kedua pada fi’il madhy yang diawali huruf ta zaidah di-dhammah-kan seperti تُعُلِّمَ . Huruf pertama dan huruf ketiga pada fi’il madhy yang diawali dengan hamzah washal di-dhammah-kan seperti اُنْطُلِقَ, اُجْتُمِعَ , dan اُسْتُخْرِجَ.

Bentuk Majhul untuk fi’il ajwaf yang ‘ain fi’il nya tidak cacat sama seperti bentuk fi’il shahih contohnya untuk kata عَوِرَ bentuk majhul nya adalah عُوِرَ dan untuk kata حَوِلَ adalah حُوِلَ .

Bentuk Majhul untuk fi’il ajwaf yang ‘ain fi’il nya cacat

Ada tiga pilihan:


  1. Huruf fa fi’il nya dikasrahkan sehingga huruf ya nya tetap atau pada bentuk tertentu huruf waw tergantikan dengan huruf ya contohnya صِيْغَ  untuk صَاغَ dan بِيْعَ untuk بَاعَ.  Asal  صِيْغَ adalah صُوِغَ kemudian ‘ain fi’il nya menjadi cacat karena harakat nya pindah ke fa fi’il, dan huruf waw diganti huruf ya karena berharakat sukun setelah adanya kasrah. Asal بِيْعَ  adalah بُيِعَ  kemudian ‘ain fi’il nya menjadi cacat karena harakat nya pindah ke fa fi’il sedangkan huruf ya nya tetap. Pendapat pertama ini adalah bahasa yang paling fasih.

  2. Isymam, yaitu kamu membaca kasrah dari fa’ fi’il  nya seperti membaca dhammah kemudian huruf ya sukun yang setelahnya condong ke huruf waw karena mengikuti harakat sebelumnya (dhammah). Cara membaca dengan isymam ini juga fasih  meskipun sedikit sekali penggunaannya.

  3. Tetap men-dhammah-kan fa’ fi’il nya sehingga huruf waw nya tetap atau pada bentuk tertentu  huruf ya tergantikan dengan huruf waw contohnya قُوْلَ  dan بُوْلَ.


Ketiga pilihan ini berlaku juga untuk fi’il mudha’af seperti  رَدَّ dan شَدَّ .

Bab (انْفَعَلَ) dan (افْتَعَلَ)  yang ‘ain fi’il nya mengandung huruf ‘illat juga mengikuti 3 pilihan ini contohnya untuk kata اِخْتَارَ dan اِنْقَادَ menjadi اُخْتِيْرَ dan اُنْقِيْدَ atau اُخْتُوْرَ dan اُنْقُوْدَ sebagaimana juga bisa dengan cara isymam.

2. Bentuk Majhul untuk Fi’il Mudhari’

Huruf pertamanya di-dhammah-kan dan satu huruf sebelum huruf terakhir di-fathah-kan seperti يُنْصَرُ, يُخْتَارُ , dan يُسْتَخَارُ.  Tidak ada bentuk majhul untuk fi’il jamid tidak pula untuk fi’il naqis shahih akan tetapi Sibawaih, As Sirafiy, dan ahli kuffah membolehkannya.

3. Fi’il-fi’il yang selalu dalam bentuk Majhul

Sibawaih membuat satu pembahasan sendiri tentang nya dan beliau menyebutkan ada empat fi’il yang selalu dalam bentuk majhul yaitu جُنَّ, شُلَّ , زُكِمَ , dan وُرِدَ. Ar Radhiyy menambahkan tiga fi’il dalam “Syarah Al Kafiyah”, yaitu: حُمَّ  , فُئِدَ , dan وُعِكَ.

Ibnu Qutaibah juga membuat pembahasan tersendiri untuk masalah ini dalam “Adabul Katib”, begitupula Tsa’lab dalam kitabnya “Al Fashih”. As Suyuthy telah mengumpulkan banyak kata untuk masalah ini dalam “Al Mazhar”.

Disarikan dari Diktat Kuliah Ilmu Sharaf (LARB2063) Universitas Al Madinah Internasional (MEDIU)

2 komentar :

abunuwaas said...

Assalaamu `alaykum.
Alhamdulillaah, sangat banyak manfaat yang ana ambil dari sini, maka dari itu ana meminta dengan hormat untuk mencopy sebagian isi website ini sebagai bahan buat blog ana:

http://nairussunnah.blog.com/

Yang tentu saja dengan tetap mencantumkan sumber aslinya yaitu:
http://www.arabic.web.id/

Sekian dan syukran katsiiraa

wa jazaakumullaahu khairan

Anonymous said...

aduhhh...apaan lagi tuh? klo b arab rumit bgt ky gene, jadi memudarkan semangatku deh.... ada istilah yang lebih simpel buat kaum awam kaya aku g? tp ttep semangat buat blajar bhs arab..ganbatte kudashai...(bhs arabnya apa ya???)